Friday, April 3, 2015

Pertemuan III (Resume PCD)


Pertemuan III (Resume PCD)

I.        Kelemahan dan Kelebihan Inderaja Satelit
a)    Kelemahan Inderaja Satelit
v      Hanya secara umum dapat mengenal objek di muka bumi
v    Media antara satelit dan permukaan merupakan kendala, khususnya untuk sensor optik yang menggunakan panjang gelombang kecil
v    Hanya memberikan informasi yang tepat sesuai dengan kemampuan sensornya (spasial, radiometri,  dan temporal)
v     Sepanjang kita belum memiliki satelit sendiri, ketergantungan terhadap pihak asing masih dominan
v  Untuk mendapatkan hasil ketelitian yang tinggi, sangat diperlukan data-data lapangan sebagai control (GCP)
b)    Kelebihan Inderaja Satelit
v      Pengamatan lebih menyeluruh dan mencakup area yang relatif luas, tergantung dari sensor dan wahananya
v      Penginderaan dilakukan secara kontinu dalam periode tertentu
v      Umumnya satelit inderaja didesain untuk waktu  yang cukup lama, antara 2 hingga 5 tahun, bahkan kadang-kadang lebih lama dari yang direncanakan
v   Selama belum adanya hukum antariksa Internasional yang mengatur boleh atau tidaknya melakukan penginderaan di wilayah negara lain, kita dapat membeli data atau mengamati negara lain
v     Khusus untuk satelit   telekomunikasi   atau satelit   Metereologi umumnya cakupan luas (radius hingga 5000 km) dapat digunakan untuk pengamatan secara kontinu
v  Untuk pengunaan gelombang sangat membantu citra di daerah yang di indera meskipun tertutup oleh awan, kabut, dll.

II.        Karakteristik Orbit Satelit



Garis edar yang diikuti oleh satelit disebut dengan orbit. Satelit mengorbit sesuai dengan kemampuan dan tujuan sensor yang dibawa. Pemilihan orbit dapat bervariasi dalam terminologi ketinggian, yaitu ketinggian di atas permukaan bumi, arah dan rotasi yang relatif terhadap bumi.
a)    Orbit Geostasioner
Satelit dengan orbit yang sangat tinggi, yang mana dapat mencakup porsi yang sama untuk permukaan bumi pada saat kapanpun, maka dikatakan satelit ini mempunyai orbit geostasioner dengan mempunyai ketinggian hampir 36.000 km. Rotasi bumi memutar ke kanan dengan kecepatan rotasi yang sama dengan bumi  sehingga tampak satelit seperti diam (stationary) terhadap permukaan bumi karena orbit satelit hanya berada diatas satu wilayah tersebut selama 24 jam dengan bergerak dari timur-barat. Satelit ini biasanya digunakan untuk sateit cuaca dan komunikasi.
b)    Orbit Near-Polar
Banyak wahana satelit yang didisain mengikuti orbit utara-selatan bersamaan dengan rotasi bumi (barat-timur) sehingga dapat mencakup hampir seluruh permukaan bumi dalam waktu tertentu. Orbit ini dinamakan orbit polar.  Sedangkan satelit Near-Polar bergerak dari utara ke selatan dengan memfoto seluruh permukaan bumi dalam waktu tertentu.

III.        Kesalahan pada Citra Satelit
a)    Kesalahan Geometrik
Koreksi Geometrik bertujuan untuk menyesuaikan koordinat pixel pada citra dengan koordinat bumi di bidang datar, contoh : bergesernya peletakan digitasi jalan. Citra yang belum dikoreksi akan memiliki kesalahan geometris. Kesalahan geometri ini ada dua macam :
v   Kesalahan Sistematis (systematic geometric errors), utamanya disebabkan oleh kesalahan pada sensor. Untuk memperbaikinya diperlukan informasi sensor dan data ephemeris saat pemotretan.
v     Kesalahan Acak (non-systematic geometric errors), utamanya disebabkan oleh orbit dan perilaku satelit serta efek rotasi bumi. Untuk mengoreksinya diperlukan sebuah proses yang dikenal dengan istilah image to map rectification. Proses ini memerlukan Titik Kontrol Tanah (Ground Control Points, GCP) untuk menyesuaikan koordinat pixel pada citra dengan koordinat objek yang sama di bidang datar peta (bumi).

Sumber Kesalahan Geometrik
1)    Systematic distortions
Ø  Scan  skew
Ø  Mirror  Scan Velocity
Ø  Panoramic Distorsion
Ø  Platform Velocity
Ø  Earth  Rotation
Ø  Perspective
2)    Non systematic distorstions
Ø  Attitude

Kesalahan Geometrik dipengaruhi oleh distorsi (kesalahan) yang timbul pada saat perekaman. Hal ini dipengaruhi oleh perputaran bumi ataupun bentuk dari permukaan bumi. Beberapa kesalahan ini kadang sudah dikoreksi oleh supplier citra atau dapat dikoreksi secara geometris oleh pengguna. Koreksi geometrik dapat dilakukan dengan :
v      Menggunakan titik kontrol (Ground Control Point) yang dicari pada citra lain yang sudah memiliki georeferensi
v    Menggunakan titik (Ground Control Point) yang dapat dicari pada peta yang sudah memiliki georeferensi
v      Memakai titik pengukuran yang diambil menggunakan GPS (Global Positioning System) pada lokasi-lokasi tertentu yang mudah dikenali dengan citra. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan koreksi geometris antara lain adalah tingkat resolusi dan proyeksi yang digunakan data itu. Dalam koreksi geometrik, dikenal ada 2 jenis metode koreksi, yaitu :
§   Rektifikasi / Perbaikan yaitu proses mengkoreksi citra sesuai dengan koordinat peta, GPS atau citra lain yang sudah terkoreksi
§  Ortho-Rektifikasi yaitu proses koreksi geometrik dengan memasukkan data ketinggian permukaan dan informasi posisi platform satelit. Rektifikasi ortho merupakan metode yang paling akurat akan tetapi prosesnya cukup rumit dan memerlukan data yang lebih banyak